Profile Avatar
EzraSeymore
31 Rue Du Fosse Des Tanneurs
Thonon-Les-Bains, RHONE-ALPES 74200
France
04.97.37.56.07 https://jasaderekmobilmanado.blogspot.com *******
Sedang asyik berkendara dan tiba-tiba mobil mogok memang jadi mimpi buruk. Apalagi, bagi kamu yang tak mengerti soal teknis kendaraan beroda empat dan ingin tidak berkeinginan mesti memanggil jasa derek. Melainkan tunggu dulu, sebelum kamu memastikan untuk panggil jasa derek ada hal yang perlu kau tahu, terutama pengguna mobil matik.

Pemilik bengkel AGS Automatic Jakarta, Agus Mustafa, memberi rekomendasi pemilik mobil matik untuk menetapkan bahwa layanan derek mengirimkan unit yang menggendong kendaraan beroda empat Anda bukan ditarik. Simak informasi seputar jasa derek mobil manado disini.

"Jikalau pihak bengkel memakai cara towing atau mengangkut secara keseluruhan badan mobil, dalam artian ban-nya tidak menyentuh tanah itu enggak perlu cemas, kendaraan beroda empat kau pasti bakal aman," papar Agus.

Agus menerangkan, menderek mobil juga tidak bisa sembarangan. Karena, penanganan untuk kendaraan beroda empat pionir depan (FWD) atau penggerak roda belakang (RWD) berbeda.
"Memang kendaraan beroda empat matik ini punya hukum yang sedikit lebih rumit sekiranya diperbandingkan dengan kendaraan beroda empat bertransmisi manual," tutur pria yang kerap disapa Pak Haji itu.

Sekiranya mobil kau memakai pemrakarsa roda depan, tidak ada situasi sulit dapat digendong bagian depannya saja. Tapi jikalau pengerak roda belakang, jangan sekali-sekali mendereknya dengan cara seperti ini.

"Bagian yang bakal pertama kali terkena pengaruh ialah bagian dalam transmisi yang pasti bakal jadi rusak, karena dipaksa berjalan tanpa adanya lubrikasi. Soalnya kan mesinnya semua mati, pompa olinya juga mati (oli tak tersirkulasi)," ujarnya lebih lanjut.

Namun, seandainya tidak ada alternatif lain, Agus malahan memberikan sejumlah syarat supaya kendaraan beroda empat dengan penggagas roda belakang masih aman ketika diderek bagian depannya saja.

"Jika tak ada jalan lain, pilihannya paling kendaraan beroda empat yang menderek tidak boleh melaju dengan kecepatan lebih dari 30 km/jam, dengan waktu tidak lebih dari satu jam," tutur Agus.

Kecuali itu, kendaraan roda empat yang kedapatan parkir atau stop di sembarang tempat di Jakarta bakal diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Untuk bisa mengambil kembali kendaraannya, pemilik semestinya membayar denda Rp 500.000.

Setiap mobil yang diderek akan segera didata dan masuk ke dalam cara. Pemilik diimbau langsung membayar denda dan mengambil kendaraannya. Apabila tidak, denda akan bertambah dengan besaran kelipatan Rp 500.000 per hari.